Jumat, 29 Januari 2016
KPK Harus Berani Ungkap Semua
Pihak Yang Terlibat
Jakarta_Barakindo- Langkah
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang gencar melakukan penggeledahan
diberbagai lokasi dalam pengungkapan kasus suap yang melibatkan Chief Executif Officer PT. Windhu
Tunggal Utama (PT WTU), Abdul Khoir, dan Anggota Komisi V DPR, Damayanti Wisnu
Putranti (DWP), patut diacungi jempol. Namun, dibalik itu, publik berharap agar
KPK berani mengungkap semua pihak yang terlibat.
“Kami kira PT WTU dan PT CMP hanya bagian kecil dari "jaringan mafia proyek" yang selama ini menggerogoti uang rakyat. Makanya KPK harus berani mengungkap semua pihak yang selama ini bermain," ujar Koordinator Barisan Rakyat Anti
Korupsi (Barak), Danil’s, Jumat (29/1/2016).
Publik, lanjutnya, sangat berharap KPK tidak hanya berhenti pada PT WTU,
DWP, dan PT CMP. "Kasus ini cukup menjadi pintu masuk untuk mengungkap semua tabir yang selama ini belum terungkap,” tegasnya.
Diketahui dari catatan Barak, selain 3 (tiga) paket yang telah
diuraikan pada (Bag: IV Inilah Rekam Jejak Perusahaan
Penyuap Anggota Komisi V DPR), pada
TA 2012, PT WTU juga mendapatkan paket proyek Pembangunan Jalan Laimu-Tehoru pada
Satker PJN Wil II Prov Maluku dibawah Kasatker Jonabe Wattimury,ST.Msi senilai
Rp 19.660.540.000,00,- dengan kontrak bernomor
HK.02.02/BL.IX/498675.03/APBN/2012/01 tertanggal 27 Februari 2012 selama 240
hari sampai dilakukan PHO pada 29 Oktober 2012 dan FHO pada 31 Desember 2012.
Anggaran bagi paket Pembangunan Jalan Laimu-Tehoru itu dicairan
menggunakan SPM nomor 0021 tanggal 02 Maret 2012 senilai Rp 3.932.108.000,00,-,
SPM nomor 00299 tanggal 06 Agustus 2012 senilai Rp 2.658.731.830,00,-, SPM
nomor 0093 tanggal 10 April 2012 senilai
Rp 2.240.668.200,00,-, dan SPM nomor 00179 tanggal 22 Mei 2012 senilai
Rp 1.299.142.850,00,-, SPM nomor 00430 tanggal 04 Oktober 2012 senilai Rp
5.947.446.000,00,-, dan SPM nomor 00497 tertanggal 31 Oktober 2012 senilai Rp 2.499.691.770,00,-.
Pada pencairan anggaran bagi Pembangunan Jalan Laimu-Tehoru ini juga
terdapat kejanggalan, dimana nilai yang tercatat pada kontrak adalah sebesar Rp
19.660.540,00, namun dalam laporan SPM tercatat sebesar Rp 18.577.788.650,00,-.
Selain ada paket Pembangunan Jalan Laimu-Tehoru senilai Rp 19.660.540.000,00,-
dengan kontrak bernomor HK.02.02/BL.IX/498675.03/APBN/2012/01 tertanggal 27 Februari
2012, pada laporan informasi kontrak TA 2012, di tahun anggaran yang sama dan
pada Satker yang sama pula, ada lagi paket Pembangunan Jalan Tehoru-Laimu
senilai Rp 19.987.550.000,00,- dengan kontrak bernomor
HK.02.02/BL.IX/498675.03.03/MYC/APBN/201 tertanggal 02 Januari 2012. Dalam laporannya,
paket ini dikerjakan selama 240 hari sampai dilakukan PHO pada 28 Agustus 2012
dan FHO pada 28 Agustus 2014, sehingga disinyalir terdapat dua mata anggaran untuk
penanganan ruas jalan yang sama dan STA yang sama.
Selanjutnya, PT WTU pun mendapatkan paket Peningkatan Struktur Jalan
Bere Bere-Sofi pada Satker PJN Wil II Prov Maluku Utara dibawah Kasatker Catur
Nugroho,ST senilai Rp 24.714.540.000,00,- dengan kontrak bernomor
HK.02.03/498679/PPK-03/2012/09 tertanggal 29 Februari 2012 senilai selama 240
hari sampai dilakukan PHO pada 26 Oktober 2012 dan FHO pada 26 Oktober 2014.
Anggaran sendiri dicairan menggunakan SPM nomor
00046/498679/SPM-LS/2012 tertanggal 06 Maret 2012 senilai Rp 4.942.908.000,00,-,
SPM nomor 00182/498679/SPM-LS/2012 tanggal 18 April 2012 senilai Rp 2.442.292.000,00,-,
SPM nomor 00211/498679/SPM-LS/2012 tanggal 14 Mei 2012 senilai Rp 2.048.141.000,00,-, dan SPM nomor 00179
tanggal 25 Juni 2012 senilai Rp 3.142.076.000,00,-, SPM nomor
00335/498679/SPM-LS/2012 tanggal 16 Juli 2012 senilai Rp 1.825.926.000,00,-,
SPM nomor 00510/498679/SPM-LS/2012 tertanggal 06 September 2012 senilai Rp
3.414.640.000,00,-, SPM nomor 00561/498679/SPM-LS/2012 tanggal 27 September2012
senilai Rp 1.780.844.000,00,-, dan SPM nomor 00630/498679/SPM-LS/2012
tertanggal 29 Oktober 2012 senilai Rp 2.171.986.000,00,-.
Pada pencairan anggaran bagi Peningkatan Struktur Jalan Bere Bere-Sofi
ini terdapat kejanggalan, dimana nilai yang tercatat pada kontrak adalah
sebesar Rp 24.714.540,00, namun dalam laporan SPM tercatat sebesar Rp
21.768.813,00. Kejanggalan lain adalah, jika pada catatan kontrak tercatat
konstruksi yang dikerjakan berupa peningkatan struktur, namun dalam laporan
keuangan yang tercatat adalah konstruksi pembangunan.
Selanjutnya, tahun anggaran 2012 juga PT WTU pun masih mendapatkan
paket proyek Peningkatan Struktur Jalan Sofi-Wayabula PJN Wil II Prov Maluku
Utara dibawah Kasatker Catur Nugroho, ST senilai Rp 19.772.360.000,00,- dengan
kontrak bernomor HK.02.03/498679/PPK-03/2012/08 tertanggal 29 Februari 2012
selama 240 hari sampai dialkukan PHO pada 26 Oktober 2012 dan FHO pada 26 Oktober
2014.
Sementara anggaran dicairan menggunakan SPM nomor
00045/498679/SPM-LS/2012 tanggal 06 Maret 2012 senilai Rp 3.954.472.000,00,-,
SPM nomor 00214/498679/SPM-LS/2012 tanggal 15 Mei 2012 senilai Rp 2.298.313.000,00,-,
SPM nomor 00272/498679/SPM-LS/2012 tanggal 28 Juni 2012 senilai Rp 4.213.707.080,00,-, dan SPM nomor
00524/498679/SPM-LS/2012 tanggal 10 September 2012 senilai Rp 3.390.996.000,00,-,
SPM nomor 00634/498679/SPM-LS/2012 tanggal 29 Oktober 2012 senilai Rp 2.264.155.920,00,-,
dan SPM nomor 00565/498679/SPM-LS/2012 tertanggal 28 September 2012 senilai Rp 1.332.098.000,00,-.
Pada pencairan anggaran bagi Peningkatan Struktur Jalan Sofi-Wayabula
ini terdapat kejanggalan, dimana nilai yang tercatat pada kontrak adalah
sebesar Rp 19.772.360,00, namun dalam laporan SPM tercatat sebesar Rp 17.453.742,00.
Kejanggalan lain adalah, jika pada catatan kontrak tercatat konstruksi yang dikerjakan
berupa peningkatan struktur, namun dalam laporan keuangan yang tercatat adalah
konstruksi pembangunan. (Red)*
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar